Cici Faramida Rilis Jangan Tunggu Lama

[BeritaLokal], Jakarta – Penyanyi dangdut legendaris Cici Faramida kembali memperkuat posisinya di tengah industri musik Tanah Air dengan merilis ulang lagu ikoniknya, “Jangan Tunggu Lama-Lama (2026)”, sebuah proyek yang menggabungkan nostalgia dengan inovasi generasi baru. Lagu ini, pertama kali dirilis pada 1995 dalam album keempat Cici, kini kembali menjadi fenomena viral di platform media sosial, menunjukkan kekuatan karya-karya klasik yang tetap relevan dalam era digital.

Dalam wawancara eksklusif di Jakarta, Senin (8/6/2026), Cici Faramida menyampaikan rasa syukur dan kegembiraan atas kembali terpantau oleh masyarakat. “Alhamdulillah, Cici senang banget dan sangat bersyukur lagu ‘Jangan Tunggu Lama-Lama’ bisa terus bergema sampai sekarang dan diterima dengan baik semua masyarakat,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa perilisan ulang ini menjadi titik penting dalam karier musiknya tahun ini, dan berterima kasih kepada label musik Musica, khususnya Ibu Indrawati Widjaja (Ibu Acin) dan keluarganya, atas dukungan penuh yang diberikan.

Perubahan signifikan terjadi dalam versi 2026, yang mengadopsi genre HipDut atau Hip Hop Dangdut modern. “Merilis kembali lagu ini di tahun 2026 benar-benar luar biasa,” tambah Cici. “Kita tidak hanya mempertahankan esensi lagu, tapi juga menyesuaikan dengan selera pasar dan kebutuhan generasi muda. Ini bukan versi lama, tapi versi yang diperbarui, yang lebih hidup, lebih dinamis, dan lebih cocok untuk generasi sekarang.”

Fenomena viral yang melanda media sosial menjadi alasan utama Cici memutuskan untuk menghidupkan kembali karya yang awalnya rilis pada 1995. “Sangat nggak menyangka kalau lagu ‘Jangan Tunggu Lama-Lama’ bisa viral dan booming kembali,” ujarnya. Ia menyebut bahwa banyak orang telah membawakan lagu ini dalam berbagai versi, genre, bahasa, bahkan dengan tarian yang berbeda, menunjukkan bahwa lagu ini telah menjadi ‘milenial’ dalam artian luas.

Cici juga menyebut bahwa lagu ini mampu menjangkau berbagai lapisan usia, dari generasi yang bernostalgia hingga Gen Z yang baru mengenalnya. “Apalagi lagunya juga punya gerakan yang jadi trademark diikutin dari anak-anak Gen Z sampai orang dewasa. Jadi kerasa nyambung, lagunya bisa dinyanyikan orang gampang dengarnya kemudian tariannya juga bisa diikuti,” jelasnya.

Dengan kemampuan untuk menyatu antara tradisi dan modernitas, Cici Faramida bukan hanya menghidupkan karya lama, tapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam budaya musik dangdut yang terus berkembang. Lagu ini, yang awalnya menjadi simbol kebangkitan musik dangdut pada era 1990-an, kini menjadi perwakilan dari evolusi genre yang tetap mempertahankan jiwa khasnya, namun beradaptasi dengan tren global.

Dengan versi 2026, Cici tidak hanya menghadirkan lagu yang dikenal, tapi juga mengajak masyarakat untuk berinteraksi, berpartisipasi, dan merasakan kehangatan nostalgia yang telah bertahan selama hampir tiga dekade. Ini bukan sekadar perilisan ulang, tapi sebuah perjalanan kembali ke masa lalu yang dipandu oleh masa depan.

error: Content is protected !!