Keanu AGL Belajar dari Kasus Hanania Group, Beri Nasihat Seputar Job Endorsement

[BeritaLokal], Jakarta – Keanu Agl, salah satu influencer media sosial terkemuka di Indonesia, mengakui bahwa keterlibatannya dalam kasus penipuan Hanania Group adalah sebuah musibah tak terduga yang menyeretnya ke dalam proses hukum dua tahun setelah ia berangkat ke Tanah Suci untuk promosi kerja sama dengan perusahaan travel tersebut. Meski telah melakukan riset mendalam sebelum menandatangani kesepakatan, Keanu menyatakan bahwa tidak ada indikasi awal yang mengarah pada kecurangan, namun, akibatnya justru membawa dampak besar bagi jemaah dan para mitra promosi lainnya.

Dalam keterangan resmi di Polda Metro Jaya, Senin (8/6/2026), Keanu mengungkapkan bahwa ia telah mengajak sejumlah teman dan rekan sejawat untuk melakukan pemeriksaan atas legalitas perusahaan Hanania Travel. Ia menyatakan bahwa, meskipun tidak menemukan celah penipuan, ia tetap menganggap tindakan itu sebagai tanggung jawab bersama untuk memastikan keamanan dan keberlanjutan kerja sama.

“Saya melakukan riset yang cukup baik terhadap perusahaan Hanania ini. Saya tidak menemukan celah untuk melihat dia akan melakukan penipuan, dugaan atau apa pun yang akan merugikan jamaah pada depannya di saat 2022 saya berangkat itu,” ujar Keanu.

Keanu juga menekankan bahwa para endorser tidak perlu takut bekerja sama dengan merek yang legal, asalkan mereka telah memverifikasi keberadaan hukum, legalitas badan usaha, serta kepatuhan terhadap aturan perundang-undangan. “Justru saya mau menguatkan teman-teman endorser buat jadi jangan takut buat bekerja sama dengan brand apa pun, selama memang dia legal, dilindungi oleh badan hukum dan bergerak di bidang usaha yang tidak melanggar hukum. Saya rasa itu sudah cukup,” tambahnya.

Dalam proses penyelidikan, Keanu mengaku telah menjawab lebih dari dua puluh pertanyaan dari penyidik, mencakup detail tentang awal kerja sama, lokasi dan tanggal perjalanan, serta kisah perjalanan bersama rombongan yang terdiri dari teman-teman gengnya. Ia menyebutkan bahwa sekitar delapan orang dari gengnya, termasuk orang tua yang ikut serta, juga diperkirakan akan dipanggil oleh pihak kepolisian untuk memberikan kesaksian.

Keanu menyebut kasus ini sebagai musibah bersama yang menimpa banyak pihak, baik jemaah maupun para influencer yang terlibat dalam promosi. “Aduh, aku nggak hitung, 20-an, 20-an lebih. Seputar kenal di mana, terus awal kerja sama di mana, tanggalnya berapa,” ujarnya dengan nada yang menunjukkan kelelahan namun tetap tenang.

Ia menambahkan bahwa ia tidak menyangka dua tahun kemudian kasus ini akan berkembang menjadi soal hukum besar yang melibatkan puluhan orang dan berdampak luas. “Aku juga dari apa yang aku sudah dapatin informasi dari travel ini juga nggak nyangka banget dua tahun kemudian setelah saya promosikan terus banyak banget korbannya dan kasusnya bisa sebesar ini,” katanya.

Keanu menegaskan bahwa kehadiran dan keterlibatannya dalam kasus ini bukanlah tindakan pribadi, melainkan akibat dari proses promosi yang dianggap profesional dan terbuka. Ia berharap publik dapat melihat sisi objektif dari perannya sebagai mitra promosi, bukan sebagai pihak yang terlibat dalam tindakan ilegal.

Kasus Hanania Group, yang berlokasi di Tower 88 lantai 20G, Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan, telah menjadi titik refleksi penting bagi para endorser di dunia media sosial. Keanu tidak hanya menghadapi proses hukum, tetapi juga mengajak rekan-rekannya untuk memperkuat sikap waspada, tetapi tetap berani dan transparan dalam bekerja sama dengan perusahaan yang memiliki legalitas dan kepatuhan hukum.

error: Content is protected !!