[BeritaLokal], Jakarta – PT Mayora Indah Tbk (MYOR) siap membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp 1,32 triliun kepada pemegang saham, dengan nilai dividen per saham sebesar Rp 60. Pembagian ini telah ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada 4 Juni 2026, dan akan dilaksanakan secara terstruktur melalui jadwal yang telah ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dividen ini didasarkan pada data keuangan yang telah diatribusikan kepada entitas induk, mencakup laba bersih sebesar Rp 2,90 triliun, saldo laba ditahan tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 1,56 triliun, serta total ekuitas sebesar Rp 18,36 triliun pada akhir tahun buku 2025. Pemegang saham yang berhak atas dividen tunai harus telah terdaftar di sistem BEI pada tanggal 17 Juni 2026 pukul 16.00, dengan pembayaran secara tunai akan dilakukan tepat pada 7 Juli 2026.
Jadwal pembagian dividen secara rinci mencakup: efektif pada 4 Juni 2026, cum dividen di pasar regular dan negosiasi pada 12 Juni 2026, ex dividen di pasar regular dan negosiasi pada 15 Juni 2026, cum dividen di pasar tunai pada 17 Juni 2026, dan ex dividen di pasar tunai pada 18 Juni 2026. Selain itu, proses daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai berlangsung pada 17 Juni 2026 pukul 16.00, dengan pembayaran dividen ditargetkan pada 7 Juli 2026.
Secara pasar, saham MYOR ditutup turun 3,55% menjadi Rp 1.630 per saham pada Senin, 8 Juni 2026, dengan harga pembukaan stagnan di Rp 1.690. Harga saham bergerak antara Rp 1.560 (terendah) hingga Rp 1.690 (tertinggi), dengan total frekuensi perdagangan mencapai 2.431 kali dan volume transaksi 52.510 saham, mencapai nilai transaksi Rp 8,4 miliar.
Di sisi keuangan, kinerja kuartal I 2026 menunjukkan perbaikan signifikan dalam struktur profitabilitas, meski penjualan bersih mengalami penurunan. Penjualan bersih mencatat Rp 9,39 triliun (turun dari Rp 9,85 triliun pada periode yang sama tahun lalu), namun laba kotor naik menjadi Rp 2,49 triliun, serta laba usaha mencapai Rp 1,17 triliun, naik dari Rp 846,19 miliar. Laba sebelum pajak juga meningkat menjadi Rp 1,17 triliun, dan laba tahun berjalan mencatat Rp 964,99 miliar, naik signifikan dari Rp 704,94 miliar pada 2025. Laba per saham juga naik menjadi 42, dari 31 pada tahun lalu.
Dari sisi struktur keuangan, Mayora mencatat total aset sebesar Rp 28,63 triliun per 31 Maret 2026, turun dari Rp 31,37 triliun pada akhir 2025. Penurunan aset lancar dan tidak lancar disertai dengan penurunan liabilitas yang signifikan, liabilitas jangka pendek turun menjadi Rp 4,44 triliun dari Rp 6,29 triliun, dan liabilitas jangka panjang menyusut menjadi Rp 5,00 triliun dari Rp 6,72 triliun. Secara total, liabilitas turun menjadi Rp 9,45 triliun dari Rp 13,01 triliun. Sebaliknya, ekuitas meningkat menjadi Rp 19,18 triliun, menunjukkan peningkatan kekuatan keuangan perusahaan.
Sebagai perusahaan consumer goods yang telah berdiri sejak 1977 dan telah memperluas pasar global, Mayora tetap mempertahankan posisi dominan dalam industri makanan dan kebutuhan rumah tangga, dengan operasional yang terus diperkuat melalui ekspor massal, seperti ekspor kontainer ke-250.000 ke Filipina pada pabrik Cikupa Tangerang. Dengan fondasi keuangan yang lebih sehat dan kinerja keuangan yang terus meningkat, Mayora menunjukkan ketahanan dan keberlanjutan yang kuat dalam menghadapi tantangan pasar global.
