BeritaLokal, Jakarta – Acha Septriasa, kontainer influencer dan aktor berbakat di Indonesia, kini tengah memprioritaskan waktu untuk mengunjungi putrinya, Bridgia Kalina Kharisma, di Sydney. Meski tetap sibuk dengan pekerjaan di Jakarta, ia rela melewatkan jadwal film terbarunya demi menjaga hubungan emosional dengan anaknya.
Dalam wawancara di Kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Acha mengungkapkan perasaan kangen yang mendalam terhadap suasana rumah dan kehadiran Bridgia. “Saya rindu sekali sama rumah, walaupun hanya sebentar saya sempatkan untuk ke anak,” katanya dengan suara penuh emosi. Ia menyebut bahwa kesibukan film dan aktivitas lainnya membuatnya membutuhkan waktu terbatas, sehingga ia harus pintar membagi waktu antara pekerjaan dan perjalanan singkat ke Sydney.
Perjalanan ini diakui Acha sebagai upaya untuk “nengokin” anak sebentar sebelum kembali pulang. Ia juga mengaku sangat terbantu karena orang tua mereka bersedia menjaga Bridgia sementara ia bekerja. “Ada kalau saya tidak bisa ke rumah, maka orang tua sudah ada di sana,” kata Acha. Peran ibu dalam memenuhi kebutuhan keluarga, terutama sebagai single mother, menjadi tema utama pernyataannya.
Acha menyebut bahwa menjadi ibu yang bekerja sangat menantang, terutama saat anak masih muda. “Saya sering merasa tidak ingin melewatkan momen berharga bersama anak. Saya rela menempuh perjalanan panjang demi bisa memeluknya meskipun hanya memiliki waktu libur singkat,” ujar dia dengan penuh semangat.
Pernyataan tersebut juga mencerminkan kekuatan seorang ibu dalam menghadapi tantangan finansial dan tanggung jawab keluarga. Acha menekankan bahwa keterlibatan orang tua sangat penting, terutama bagi anak yang tinggal di luar rumah. “Untuk single mother di luar sana juga harus survive ya biar bagaimanapun karena kita ada anak, ada orang yang perlu dikasihi dan harus berjuang secara finansial sendiri,” tambahnya.
Dengan keputusan ini, Acha menunjukkan bahwa keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga tidak mudah, tetapi bisa dicapai dengan dukungan dari sisi sosial dan emosional. Perjalanan singkat ke Sydney menjadi cerminan bagaimana seorang ibu yang bekerja mampu memprioritaskan perasaan anak dan tanggung jawab keluarganya.