Intel Redam Dominasi AMD Lewat Chip Gaming Handheld Arc G

Chip Intel Arc G-Series siap menjadi otak baru bagi gaming handheld Windows 11 dan menjadi penantang serius AMD.

PerbesarIntel Arc G-Series. Credit: Intel

, Jakarta – Intel akhirnya menantang dominasi AMD lewat peluncuran prosesor terbaru Arc G-Series. Menggunakan arsitektur “Panther Lake”, chip ini siap menjadi otak baru bagi gaming handheld (konsol genggam) Windows 11 dan menjadi penantang serius bagi dominasi AMD yang selama ini menguasai Steam Deck serta Asus ROG Ally X.

Intel langsung tancap gas dengan memperkenalkan dua varian sekaligus yaitu Arc G3 dan Arc G3 Extreme. Lini prosesor ini dipastikan bakal mempersenjatai sejumlah perangkat anyar, termasuk konsol handheld terbaru dari Acer, yakni Predator Atlas 8.

Dan Rogers selalu Vice President and General Manager, PC Product, Client Computing Group mengatakan Intel Arc G-Series merepresentasikan inovasi terfokus selama bertahun-tahun dan komitmen mendalam terhadap dunia gaming.

‘”Lini prosesor ini menghadirkan performa PC tanpa kompromi langsung di dalam genggaman, dikombinasikan dengan aksesibilitas dan respons instan khas konsol yang senantiasa diharapkan oleh para gamer,” ujarnya.

Demi merebut hati para gamer, sebagaimana dikutip dari PCMag, Jumat (5/6/2026), Intel membawa satu janji manis: performa grafis tinggi tanpa harus mengorbankan daya tahan baterai.

Rahasianya ada pada fabrikasi mutakhir Intel 18A yang efisien, teknologi manufaktur semikonduktor canggih yang setara dengan ukuran di bawah 2 nanometer. 

 

Spesifikasi Gahar

Di atas kertas, baik Arc G3 maupun G3 Extreme dibekali konfigurasi 14 core CPU yang unik. Intel membaginya menjadi tiga klaster:

  • 2 Performance Cores (P-cores): Punya kecepatan hingga 4.6 atau 4.7 GHz untuk menangani beban kerja berat.
  • 8 Efficient Cores (E-cores): Fokus pada performa multi-threaded.
  • 4 Low-Power Efficient Cores: Dirancang khusus untuk tugas ringan demi menghemat baterai seminimal mungkin.

Untuk sektor grafis, Arc G3 standar mengandalkan GPU terintegrasi B370 dengan 10 Intel Xe cores. Sementara versi G3 Extreme tampil lebih gahar dengan GPU B390 yang mengusung 12 Xe cores.

Intel juga menyematkan teknologi upscaling terbaru XeSS 3. Dalam pengujian internal pada laptop Panther Lake, teknologi ini diklaim mampu menggenjot frame rate game berat sekelas Cyberpunk 2077 hingga menyentuh angka 170 FPS.

Analis teknologi dari PCMag, Michael Justin Allen Sexton, menilai chip grafis ini memiliki kemiripan arsitektur dengan prosesor laptop Panther Lake yang rilis Januari 2026.

“Arc G3 pada dasarnya adalah chip Panther Lake yang dua P-core-nya dinonaktifkan. Grafis dan jumlah E-core-nya sama, hanya kecepatannya saja yang sedikit disesuaikan,” paparnya.

 

Acer Predator Atlas 8 Jadi Pelopor

Acer menjadi salah satu pabrikan pertama yang mengadopsi chip ini lewat Predator Atlas 8. Konsol ini membawa spesifikasi premium: layar sentuh 8 inci (1920 x 1200) 120Hz dengan fitur Variable Refresh Rate (VRR) dan tingkat kecerahan hingga 500 nits.

Untuk mengimbangi performa chip Intel, Acer menanamkan baterai jumbo 80Wh dan sistem pendingin ganda. Konsol ini juga mendukung RAM LPDDR5x hingga 24GB dan penyimpanan NVMe SSD hingga 1TB.

Selain Acer, merek lain seperti MSI (lewat Claw 8 EX AI+) dan OneXPlayer juga dipastikan akan mengadopsi chip teranyar Intel ini.



error: Content is protected !!