BeritaLokal, Jakarta – Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkapkan kepedulian terhadap cadangan Bitcoin (BTC) dalam diskusi Senat, sementara RUU Clarity yang menegaskan regulasi kripto tetap tertunda. Pernyataan ini disampaikan saat Bessent memberikan kesaksian di Komite Keuangan Senat pada 3 Juni 2026, menjawab pertanyaan tentang strategi pemerintah AS dalam mengelola aset kripto.
Bessent menegaskan bahwa Departemen Keuangan sedang memproses langkah-langkah yang kompleks untuk membangun cadangan Bitcoin strategis, sesuai perintah Presiden Donald Trump pada Maret 2025. Perintah tersebut mengarahkan pemerintahan Trump untuk mengembangkan “strategi netral anggaran” guna meningkatkan penyerapan BTC. Namun, upaya ini masih terhambat karena rancangan undang-undang (RUU) Clarity yang bertujuan memperkuat regulasi kripto terkini belum disahkan.
Sementara itu, para anggota parlemen seperti Senator Cynthia Lummis telah mengusulkan RUU Clarity, tetapi perlu waktu untuk melalui proses parlemen. Bessent menyebut RUU tersebut sebagai “teknologi baru” yang membutuhkan pemrosesan yang rumit, namun menegaskan departemen sedang bergerak maju dengan metode terbaik. Ia mengatakan bahwa cadangan Bitcoin akan tetap dijaga secara aman hingga proses regulasi selesai.
Dalam kesempatan tersebut, Bessent juga meminta para anggota parlemen untuk mendukung RUU Clarity agar dapat disahkan musim panas ini. Sebagai pendukung agenda kripto Trump, Bessent mengklaim bahwa dukungan pemerintah terhadap kripto adalah bagian dari upaya memperkuat ekonomi AS.
Di luar bidang kripto, Menteri Keuangan Brasil Dario Durigan menunda konsultasi publik tentang pajak kripto karena fokus pemerintahan menyalurkan sumber daya pada pemilihan presiden Oktober 2026. Durigan, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keuangan, memilih menghindari pengeluaran modal politik untuk langkah-langkah pajak kontroversial selama masa pemilu. Konsultasi ini dipersiapkan sebagai bagian dari kerangka regulasi kripto Brasil yang terus berkembang, termasuk aturan tentang transaksi stablecoin dan aset virtual.
Pemerintah Brasil menilai kebutuhan untuk mengatur aliran kripto domestik yang melonjak sejak tiga tahun terakhir, dengan sekitar 90% dari alirannya berbentuk stablecoin. Konsultasi pajak akan membahas perlakuan fiskal terhadap transaksi ini, meski ditiadakan sementara karena persiapan pemilu.
Pasar kripto di Brasil menempati peringkat kelima secara global dan menjadi pasar utama dalam konteks kripto Amerika Latin. Dengan nilai sekitar USD 318,8 miliar atau Rp 5.405 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.960), Brasil menarik minat institusi kripto yang semakin meningkat. Startup stablecoin Crown mendapat investasi pertama dari Paradigm pada Desember 2024, sebesar USD 13,5 juta atau Rp 228,9 miliar.
Kepala Bank Sentral Brasil Gabriel Galipolo mengatakan konsultasi pajak akan diusulkan hingga November 2026, meski ditiadakan sementara. Pemerintah juga tengah menyiapkan aturan untuk memperkuat regulasi terhadap penyedia layanan kripto, termasuk pengawasan atas transaksi internasional.
Dengan jeda fiskal yang lebih luas, proposal mengakhiri pengecualian pajak atas sekuritas investasi seperti surat kredit, yang gagal disahkan di Kongres tahun lalu, kini mungkin akan ditunda hingga masa jabatan presiden baru dimulai pada 2027.
Kedua peristiwa ini menunjukkan dinamika politik dan ekonomi global dalam menghadapi tantangan teknologi digital.
Artikel Terkait
Pajak Digital Meningkat, Kas Negara Jadi Rp54,71 Triliun
23 Juli 2026
Kejahatan Siber Sindikat Korporat Hidupkan Kerugian 2 Triliun
21 Juli 2026
FBI Tangkap Steam Malware Setelah Kesalahan
18 Juli 2026
OJK Bongkar Modus Judi Online Lewat QRIS dan Kripto
16 Juli 2026
JPMorgan Peringatkan Ancaman Bitcoin
15 Juli 2026
Bitcoin Melonjak! Pasar Crypto Merah Sepanjang Hari
15 Juli 2026
Kripto Melemah: Bitcoin, Ethereum, Cardano Tertekan
15 Juli 2026
Temasek Hindari Investasi Kripto, Fokus AI
15 Juli 2026
Memuat komentar...