BeritaLokal, Jakarta – Prancis kini menjadi sorotan dalam perdebatan keamanan digital terkait serangan fisik terhadap pemilik aset kripto. Lonjakan kasus ini menciptakan isu yang mendesak bagi investor dan pihak berwenang untuk memperkuat perlindungan data pribadi serta sistem penyimpanan aset digital.
Berdasarkan laporan dari CoinMarketCap, Senin (25 Mei 2026), Joe Nakamoto, jurnalis Bitcoin, mengungkapkan bahwa sekitar 70% dari kasus serangan fisik terhadap pemilik kripto atau keluarganya terjadi di Prancis. Dalam 2026, tercatat 41 kasus penculikan atau ancaman fisik, setara dengan satu kasus setiap dua setengah hari. Wrench attack, istilah untuk serangan yang melibatkan kekerasan, penculikan, atau penyusupan untuk memaksa seseorang menyerahkan aset kripto, menjadi sorotan karena dampaknya terhadap kepercayaan publik dan keamanan digital.
Kebocoran data, seperti yang diberitakan pada 2020 melalui kebocoran Ledger, menjadi salah satu pemicu peningkatan kasus ini. CEO Casa Jameson Lopp mengatakan bahwa Prancis sebagai alamat peringatan terhadap risiko regulasi yang bisa merugikan pemilik kripto. Dia menekankan bahwa sistem KYC (Know Your Customer) yang terpusat berpotensi memudahkan pelaku kejahatan untuk mengidentifikasi korban dengan lebih mudah.
Selain itu, otoritas Prancis mulai memperluas pengamanan jaringan pelaku serangan. Dalam laporan sebelumnya, 88 tersangka terlibat kasus wrench attack, termasuk beberapa anak muda. Data tahunan menunjukkan tren peningkatan: 18 kasus pada 2024, 67 pada 2025, dan 47 pada 2026. Joe Nakamoto mengkritik bahwa sebagian serangan diduga dirancang oleh pelaku di luar negeri yang merekrut korban dalam negeri.
Ia menyarankan pemilik kripto untuk lebih waspada terhadap penunjukan aset digital di media sosial dan memperkuat perlindungan melalui fitur seperti dompet darurat atau sistem kode khusus saat ancaman berlangsung. Kasus Prancis juga mengingatkan bahwa kebocoran data digital bisa menjadi ancaman nyata, memaksa perusahaan dan investor untuk meninjau ulang sistem keamanan mereka.
Dalam penutupan artikel, penyedia layanan kripto dihargai sebagai pihak yang berperan penting dalam mencegah risiko terhadap aset digital. Namun, semua langkah harus diteruskan dengan kesadaran yang tinggi dan pengawasan aktif untuk memastikan keamanan bagi pemilik kripto di seluruh dunia.
Artikel Terkait
Kebocoran Data Terlarut, Serangan Siber Paling Ngeri 2026
16 Juli 2026
Kraken Luncurkan Aplikasi Trading Kripto AI
15 Juli 2026
Kripto Melemah: Bitcoin, Ethereum, Cardano Tertekan
15 Juli 2026
Temasek Hindari Investasi Kripto, Fokus AI
15 Juli 2026
Bybit Dihapus dari Play Store Korea
15 Juli 2026
JPMorgan Peringatkan Ancaman Bitcoin
15 Juli 2026
Bitmine Beli 20 Ribu Ethereum Senilai Rp 648 Miliar
15 Juli 2026
Bitcoin Melonjak! Pasar Crypto Merah Sepanjang Hari
15 Juli 2026
Memuat komentar...