beritalokal.my.id, Jakarta – Perusahaan semikonduktor Internet of Things (IoT) asal Prancis, Sequans Communications, resmi mengakhiri strategi penyimpanan cadangan Bitcoin yang baru dijalankan kurang dari satu tahun. Perusahaan memutuskan menjual sebagian besar kepemilikan Bitcoin (BTC) untuk melunasi utang konversi dan kembali fokus pada bisnis utamanya.
Dalam pernyataan terbaru, dikuti dikutip dari CinMarketCap, Jumat (29/5/2026), Sequans mengungkapkan telah menggunakan sebagian cadangan Bitcoin untuk melunasi seluruh utang konversi yang diterbitkan pada Juli 2025. Setelah transaksi tersebut, perusahaan masih memiliki sekitar 658 BTC yang akan dijual secara bertahap.
Langkah ini menjadi perubahan besar dibandingkan rencana yang diumumkan pada Juni 2025. Saat itu, Sequans berencana menghimpun dana hingga USD 385 juta melalui kombinasi utang dan ekuitas untuk membangun cadangan Bitcoin dalam jumlah besar.
CEO Sequans, Georges Karam, kala itu menyebut Bitcoin sebagai “penyimpan nilai jangka panjang” yang dapat meningkatkan nilai bagi para pemegang saham.
Di tengah euforia pasar kripto, perusahaan berhasil mengumpulkan hampir 3.000 BTC. Namun situasi berubah drastis ketika harga Bitcoin yang sempat berada di atas USD 126.000 anjlok hingga mendekati USD 60.000 hanya dalam beberapa bulan.
Penurunan tajam tersebut membuat strategi treasury berbasis Bitcoin menjadi beban bagi perusahaan. Sejak November 2025, Sequans mulai menjual 970 BTC, kemudian melepas 125 BTC lagi pada Februari 2026. Pada kuartal pertama 2026, perusahaan kembali memangkas eksposurnya secara signifikan sehingga lebih dari 80 persen kepemilikan Bitcoin hilang dalam hitungan bulan.
Kasus ini kembali menunjukkan tingginya risiko strategi menjadikan Bitcoin sebagai cadangan kas perusahaan, terutama jika pembeliannya dibiayai melalui utang.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. beritalokal.my.id tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Kembali Fokus ke Bisnis Chip IoT
PerbesarIlustrasi Chip (Brian Kostiuk/Unsplash).
Selain mengurangi risiko dari volatilitas aset kripto, keputusan menjual Bitcoin juga dilakukan untuk memperkuat kondisi keuangan perusahaan.
Setelah melunasi utang konversi, Sequans mengklaim kini memiliki neraca keuangan yang hampir bebas utang.
“Kami telah memperkuat neraca keuangan, menyederhanakan struktur modal, dan kini sepenuhnya fokus mengembangkan bisnis semikonduktor untuk Internet of Things,” kata Karam dalam pernyataan perusahaan pada Kamis.
Ke depan, perusahaan akan memusatkan perhatian pada beberapa agenda utama, yaitu:
- Mengembangkan lini chip 4G LTE-M dan Cat-1bis yang telah digunakan pada sektor meter pintar, telematika, dan keamanan industri.
- Mempercepat upaya mencapai profitabilitas operasional.
- Mengembangkan platform 5G eRedCap yang diproyeksikan menjadi pendorong pertumbuhan bisnis IoT dalam jangka menengah.
Sementara itu, sisa 658 BTC yang masih dimiliki perusahaan akan dijual secara bertahap tanpa jadwal yang diumumkan secara rinci.
Menariknya, perubahan strategi ini justru mendapat respons positif dari pasar. Saham Sequans dengan kode SQNS tercatat melonjak sekitar 10 persen setelah pengumuman tersebut.
Disukai Investor
Kenaikan harga saham menunjukkan sebagian investor lebih menyukai perusahaan kembali menjalankan strategi bisnis yang lebih mudah dipahami dan berfokus pada industri inti, dibandingkan mengambil risiko besar melalui eksposur terhadap Bitcoin.
Perjalanan Sequans di pasar kripto pun menjadi pelajaran penting bagi dunia korporasi. Euforia Bitcoin memang sempat menjanjikan keuntungan besar, namun realitas pasar yang sangat fluktuatif menunjukkan bahwa bisnis utama perusahaan tetap berada pada produk dan layanan yang mereka hasilkan. Bagi Sequans, produk utamanya adalah chip semikonduktor, bukan aktivitas spekulasi aset digital.