BeritaLokal, Jakarta – Perusahaan semikonduktor Internet of Things (IoT) asal Prancis, Sequans Communications, resmi mengakhiri strategi penyimpanan cadangan Bitcoin yang baru dijalankan kurang dari satu tahun. Keputusan ini dibuat setelah perusahaan melunasi utang konversi sebesar USD 385 juta dan kembali fokus pada bisnis utamanya, yaitu pengembangan chip untuk IoT.
Dalam pernyataan terbaru, Sequans mengungkapkan bahwa sebagian besar kepemilikan Bitcoin (BTC) mereka akan dijual secara bertahap setelah melunasi utang konversi yang diterbitkan pada Juli 2025. Sebelumnya, perusahaan berencana mengumpulkan dana hingga USD 385 juta melalui kombinasi utang dan ekuitas untuk membangun cadangan Bitcoin dalam jumlah besar. Namun, strategi ini terpaksa dihentikan karena penurunan harga Bitcoin yang drastis sejak November 2025, membuat eksposur aset kripto menjadi risiko finansial.
CEO Sequans, Georges Karam, mengatakan bahwa Bitcoin dianggap sebagai “penyimpan nilai jangka panjang” dalam pernyataan tersebut. Namun, situasi berubah drastis ketika harga Bitcoin turun hingga USD 60.000 pada kuartal pertama 2026. Dalam enam bulan terakhir, perusahaan mulai menjual 970 BTC dan kemudian melepas 125 BTC lagi, mengakibatkan eksposur aset kripto turun hingga lebih dari 80 persen.
Keputusan ini mengejutkan investor karena sebelumnya perusahaan terkenal sebagai salah satu pionir dalam industri chip IoT. Kenaikan harga saham SQNS mencapai sekitar 10 persen setelah pengumuman tersebut, menunjukkan bahwa pasar mulai menyukai strategi bisnis yang lebih stabil. “Kami telah memperkuat neraca keuangan, menyederhanakan struktur modal, dan kini sepenuhnya fokus mengembangkan bisnis semikonduktor untuk IoT,” kata Karam dalam pernyataan perusahaan.
Sementara itu, Sequans akan fokus pada tiga agenda utama: pengembangan chip 4G LTE-M dan Cat-1bis yang digunakan di sektor meter pintar dan telematika; mempercepat operasional untuk mencapai profitabilitas; serta mengembangkan platform 5G eRedCap sebagai pendorong pertumbuhan bisnis IoT jangka menengah. Sisa 658 BTC yang masih dimiliki perusahaan akan dijual secara bertahap tanpa jadwal yang disebutkan.
Pertumbuhan pasar kripto sebelumnya menyebabkan euforia investor, tetapi kasus Sequans menjadi pelajaran penting bagi korporasi. Perusahaan menunjukkan bahwa bisnis utamanya berada pada produk dan layanan teknologi inti, bukan spekulasi aset digital. “Produk utama kami adalah chip semikonduktor, bukan aktivitas spekulasi aset digital,” kata Karam.
Beritalokal.my.id tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Artikel Terkait
Investasi AI Naik, Perusahaan Masih Tanpa Hasil Bisnis
28 Juli 2026
BCA Harap Gubernur Bank Indonesia Bawa Pertumbuhan Ekonomi
28 Juli 2026
KSSK Pastikan Kepercayaan Pasar Usai Gubernur BI Mundur
28 Juli 2026
Prabowo Resmikan PLTS 100 GW, Energi Sehat Masa Depan
28 Juli 2026
Elon Musk Donasi Rp7,8 Triliun ke Pemilu AS 2026
28 Juli 2026
KPPU Telusuri Penyebab Keterbatasan Pasokan Semen Sumut
28 Juli 2026
KSSK Terima Danantara, Memberi Insight Tanpa Hak Suara
28 Juli 2026
Pendapatan BKI Naik Rp 1,5 Triliun Tahun 2025
28 Juli 2026
Memuat komentar...