Roket Blue Origin Meledak saat Uji Coba, Program Pangkalan Bulan NASA Terancam

BeritaLokal, Washington D.C. – Rencana NASA untuk membangun pangkalan bulan dan mengembalikan manusia ke permukaan Bumi menghadapi ancaman baru setelah roket Blue Origin New Glenn meledak saat menjalani uji coba di Kennedy Space Center, Florida. Insiden ini menyoroti risiko teknis yang terus berkembang dalam program eksplorasi antariksa Amerika Serikat.

Pada Kamis (28/5) malam, roket New Glenn milik Blue Origin meledak saat mengalami static fire test, yaitu pembakaran statis sebelum peluncuran. Ledakan terjadi beberapa detik setelah dimulainya uji coba mesin, dengan benda-benda berwarna oranye menyala di sepanjang landasan peluncuran Kompleks Peluncuran 36. Warga di Cape Canaveral dan Cocoa Beach mengatakan rumah mereka sempat bergetar akibat kekuatan ledakan yang terasa jauh lebih besar dari dampak cuaca.

Blue Origin menegaskan tidak ada korban luka, dan seluruh karyawan perusahaan aman. Jeff Bezos, pendiri Blue Origin, mengatakan bahwa penyebab utama insiden masih belum diketahui, tetapi perusahaan sedang memerlakukan investigasi menyeluruh. “Hari yang sangat berat, tapi kami akan bangkit,” kata Bezos di platform X.

Kasus ini menambah krisis pada program Artemis, yang bertujuan mengirim astronaut ke permukaan bulan melalui wahana Blue Moon dan Starship. Administrator NASA Jared Isaacman menyatakan akan melakukan evaluasi penuh terhadap jadwal misi setelah insiden tersebut. “Penerbangan luar angkasa tidak mengenal ampun, dan mengembangkan kemampuan peluncuran muatan berat baru sangat sulit,” tulis Isaacman.

Insiden ini juga memperparah ketidakstabilan Blue Origin dalam persaingan dengan SpaceX. Pada uji coba ke-3 New Glenn bulan lalu, roket terbang ke orbit yang salah, menyebabkan FAA melarangnya terbang sementara waktu. Dalam uji coba Kamis ini, pembakaran statis pertama sejak FAA mengizinkan New Glenn kembali terbang pekan lalu.

Blue Origin juga tengah bersaing dengan SpaceX untuk menyediakan wahana pendarat bulan dalam misi Artemis IV (2028). Musk menanggapi ledakan melalui X, menyebut roket “keras”. Perusahaan ini juga bergerak di bidang bisnis wisata luar angkasa, khususnya dengan menerbangkan kru perempuan seluruhnya, termasuk Gayle King dan Katy Perry, ke luar angkasa pada April lalu.

Insiden ini menunjukkan bahwa proses pengembangan teknologi antariksa masih menghadapi tantangan besar. Kebijakan FAA dan regulasi peluncuran terus menjadi fokus utama dalam memastikan keselamatan. Dengan demikian, program Artemis dan eksplorasi bulan tetap berada di tengah risiko teknis yang harus dikelola secara konsisten.

Artikel Terkait

0