BeritaLokal, Jakarta – Harga emas dunia mengalami kenaikan pada dua sesi berturut-turut pada 29 Mei 2026, dipengaruhi oleh kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi. Meski demikian, harga emas masih terjatuh bulanan karena perang Iran-AS terus menjadi faktor kunci dalam dinamika pasar.
Selain itu, kesepakatan AS-Iran untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari dan menutup pembatasan pengiriman melalui Selat Hormuz berpotensi memengaruhi sentimen pasar. Namun, Presiden AS Trump belum menyetujui perjanjian tersebut, sementara pemerintah Iran menyebutnya masih dalam proses finalisasi.
Analisis dari Blue Line Futures, Philip Streible, mengungkapkan bahwa emas memantul dari support teknis kunci, sementara optimisme atas perpanjangan gencatan senjata mendorong harga dolar AS dan minyak turun. Namun, tema suku bunga “lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama” tetap menjadi fokus utama. Kenaikan inflasi AS pada April 2026, terutama karena kenaikan harga energi akibat perang Iran, memperkuat ekspektasi Fed akan menahan suku bunga tidak berubah hingga tahun depan.
Harga emas spot naik 0,6% menjadi USD 4.519,64 per ounce pada Kamis (30 Mei 2026), meskipun harga terendah dalam dua bulan di USD 4.356,76. Kontrak berjangka AS mengalami kenaikan 0,4% menjadi USD 4.550. Sementara perak spot turun 0,2% ke USD 75,51 per ounce, meski menuju kenaikan bulanan, sedangkan platinum stabil di USD 1.923,55. Palladium naik 0,6% menjadi USD 1.375,57, tetapi turun lebih dari 9% selama bulan ini.
Di India, permintaan emas terus lesu karena harga yang lebih tinggi dan bea impor, sementara premi di konsumen utama China menyempit dalam sentimen hati-hati. Sementara itu, harganya tersungkur pada 16 Oktober 2025, dengan penurunan sebesar 2% selama bulan ini.
Pada 28 Mei 2026, harga emas spot jatuh 0,6% menjadi USD 4.428,69 per ounce setelah mencapai level terendah sejak akhir Maret. Kontrak berjangka AS turun 0,5% menjadi USD 4.426,20. Perak spot turun 1,2% ke USD 73,69 per ounce, sementara platinum turun 1,6% ke USD 1.887,75. Palladium turun 3,1% menjadi USD 1.347,31.
Indeks harga konsumsi pribadi naik 3,8% dalam 12 bulan hingga April 2026, sesuai dengan harapan. PCE (Index Harga Konsumsi) menguat 0,4% secara bulanan pada April 2026 setelah melonjak 0,7% pada Maret. Global Head of Commodity Strategy TD Securities, Bart Melek, menilai data ini memberi emas sedikit kelonggaran, dengan Federal Reserve mungkin mempertahankan suku bunga saat ini daripada kebijakan yang lebih ketat.
Tantangan bagi emas terus mengguncang karena risiko perang masih tinggi dan harga energi tetap tinggi. Meskipun memiliki daya tarik sebagai aset aman, emas batangan sering diabaikan investor saat suku bunga naik karena mereka lebih memilih aset yang menghasilkan imbal hasil. Kekhawatiran inflasi dan tekanan suku bunga terus menjadi faktor kunci dalam dinamika pasar.
Sementara itu, perang Iran-AS terus berlangsung, dengan AS menyerang pangkalan udara di dekat Selat Hormuz dan Trump menolak kesepakatan kompromi. Tantangan geopolitik tidak lagi terisolasi, karena kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi yang terus menerus memengaruhi sentimen pasar.
Artikel Terkait
Rupiah Turun ke 18.083 per Dolar, Pasar Antisipasi Fed
28 Juli 2026
Rupiah Tegar Tambah Lebih 18,093, Pasar Tunggu Gubernur BI
28 Juli 2026
Harga Emas Antam Turun Rp 9.000, Cek Lengkap 28 Juli 2026
28 Juli 2026
Minyak Dunia Turun Tajam, Pasar Mereda
28 Juli 2026
Harga Emas Dunia Tembus 4.087, Investor Pantau Fed
28 Juli 2026Gubernur BI Baru Menjaga Stabilitas Rupiah
28 Juli 2026
Tabungan Masih Tumbuh LPS Bongkar Mitos Makan Tabungan
27 Juli 2026
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Rp63k & Telur Rp32k per Kg
27 Juli 2026
Memuat komentar...