Dangdut Academy Top 37: 6 Grup, 3 Mentor, Persaingan Sengit

BeritaLokal, Jakarta – Dangdut Academy 8 Top 37: Tim Melly Lee, Fildan Rahayu, dan Selfi Yamma Disebar Dalam 6 Group menandai babak baru pemenang besok, 24 Juli 2026, ketika 37 peserta kompetisi musik dangdut terpilih berkumpul di Televisi Indonesia, mengejar gelar juara sekaligus memperluas panggung musik nasional.

Grup Terbagi Berdasarkan Mentor

Pada hari pertama babak Top 37, sejumlah penonton dapat menyaksikan pembagian tiap grup ke tiga mentor legendaris: Melly Lee, Fildan Rahayu, dan Selfi Yamma. Melly Lee memimpin dua peserta yakni Alexa (Ciamis) dan Fahri, sedangkan Fildan Rahayu menyuguhkan Kadhafy (Bangkalan) dan Murama, dan Selfi Yamma menampilkan Inayah (Gowa) dengan Revalina. Kesamaan format ini diciptakan untuk menyoroti satu-satu bakat dalam suasana kompetisi yang lebih menarik.

Format Tim dalam Pasangan Gelar

Berbeda dari babak Top 42 yang didominasi oleh penampilan solo, Top 37 mengusung format tim. Setiap grup berlawanan satu sama lain dalam pertandingan tiga-girasi, menciptakan dinamika kompetisi yang lebih intens dan menantang para peserta untuk menunjukkan kerjasama dan kepekaan musikal. Pilar utama, agar kemenangan bukan hanya sekadar dorongan tenaga tetapi pula sinergi kreatif, kini menjadi pusat perhatian para juri dan penonton.

Setelah Group 1 pada tanggal 24 Juli, Group 2 dibuka tiga hari kemudian, 27 Juli, di mana Nana (Bulungan) dan Sahwan dikendalikan Melly Lee, Bhita (Pangkalpinang) serta Syafiq dalam kepelatihan Fildan Rahayu, dan Cendi (Maumere) serta Kira jatuh di bawah bimbingan Selfi Yamma. Bulan lanjutan berlanjut pada 30 Juli ketika Diva (Kuantan Singingi) dan Razky (Pekanbaru) bertugas di sisi Melly Lee, sementara Khinan (Surabaya) bersama Listen menjadi tim Fildan Rahayu, dan Anggini (Majene) serta Idoy menempati posisi Selfi Yamma.

Pada 3 Agustus, grup selanjutnya menampilkan Fitri (Makassar) dan Sakhi dalam kepelatihan Melly Lee, Ikhwan (Polewali Mandar) mengharumkan Fildan Rahayu, serta Bintang (Kep. Bangka Belitung) berdampingan dengan Delira di ogan Selfi Yamma. Pernahkah “passionate quarters” menjadi tren? Bagaimanapun, pada 5 Agustus, Clara (Langkat) dan Mela, Kiara (Musi Rawas) dan Rangga, serta Ari (Sampang) berbaring di bawah pandangan pembinaan masing‑masing mentor. Akhir bulan menandai puncaknya dengan Group 6 pada 7 Agustus yang menampilkan Azzio (Deli Serdang) bersama Rama untuk Melly Lee, Danil (Sumenep) dengan Niswah dalam tim Fildan Rahayu, serta Melani (Sidrap) dan Zhifanna (Pesisir Selatan) berakbar di bawah Selfi Yamma.

Pengaruh Sosial & Ekonomi Kompetisi

Keberagaman asal peserta, yang berasal dari berbagai pulau hingga pulau kecil, memperlihatkan inklusivitas Dangdut Academy sebagai platform yang mengintegrasi bakat bukan hanya dari metropolitas tetapi juga dari daerah terpencil. Hal ini menciptakan jembatan bagi musisi muda untuk memasarkan karya mereka kepada publik luas. Tekanan kompetisi, apabila dikelola dengan adil, berpotensi meningkatkan kualitas produksi musik tanah air, sekaligus membuka peluang kerja bagi guru musik, produser, dan komposer.

Analisis Signifikansi Babak Top 37

Dengan memecah peserta menjadi enam grup yang dipimpin oleh tiga figur publik, Dangdut Academy memanfaatkan konsep kolaborasi untuk menyegarkan formula acara. Fenomena ini menambah nilai hiburan sekaligus memotivasi peserta lain untuk berdampak lebih luas dengan mengambil contoh kerja tim. Lebih dari sekadar sekuel dari Top 42, babak Top 37 menandai upaya penyediaan ruang untuk debat kreatif di kalangan musisi dangdut, memperlihatkan transisi di industri hiburan yang semakin terbuka terhadap bentuk pertarungan publik berbasis kompetisi kreatif.

Artikel Terkait

0