BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memulai tahapan peningkatan kualitas permainan Assassin’s Creed Black Flag Resynced dengan menghadirkan versi remakes yang lebih modern, tetapi reaksi para pemain dan komunitas game di Steam menyengatkan. Meski ulasan awal dari berbagai sumber menunjukkan kepuasan, gamenya segera mengalami perubahan dinamika setelah perilisannya pada 18 April 2024.
Perubahan Teknis dan Kritik Pengguna
Pengumuman resmi dari Ubisoft tentang remake game ini kian menjadi sorotan, dengan para penggemar mengharapkan perbaikan signifikan dari versi asli Assassin’s Creed IV: Black Flag. Namun, ulasan di Steam segera mengungkapkan ketidakpuasan berupa predikat “Mostly Negative” yang mendahului penilaian positif. Hal ini menunjukkan bahwa antusiasme para pemain tidak selalu bersamaan dengan kepuasan mereka.
Pemain yang terlibat dalam pengujian game mengungkapkan beberapa masalah utama: cutscene yang dipengaruhi oleh keterbatasan FPS (30 frame per detik) menjadi poin utama, kerapnya crash yang memengaruhi gameplay, dan kebutuhan untuk terhubung dengan Ubisoft Connect. Selain itu, banyak fitur dari versi asli dihilangkan, serta biaya DLC-nya mencapai lebih dari harga base game.
Ketidakpuasan Akibat Biaya DLC Tinggi
Meski predikat awal tetap “Mostly Negative,” jumlah pemain bersamaan di Steam mencapai 104.756 orang, menunjukkan bahwa antusiasme kembali mengguncang. Hal ini terlihat sejak akhir pekan lalu, dengan para pemain berharap perbaikan yang lebih signifikan agar rating bisa bergeser ke “Positive” atau bahkan “Very Positive.”
Pengalaman Gameplay yang Terasa 'Out of Date'
Para penggemar menyebutkan bahwa keterbatasan FPS menjadi masalah utama. Dalam pengujian, cutscene yang terkunci di 30fps sering kali mengalami kegagalan, memicu pemain untuk menunda atau menghentikan permainan. Masalah ini tidak hanya berdampak pada pengalaman gameplay tetapi juga pada keterlibatan komunitas, dengan banyak pemain menyebutkan bahwa game terasa “out of date” karena kekurangan teknologi.
Selain itu, biaya DLC yang tinggi menjadi alasan utama ketidakpuasan. Versi resmi hanya berharga Rp 150.000, namun beberapa DLC mencapai hingga Rp 300.000 dan lebih. Pemain menganggap ini terlalu mahal untuk penggunaan yang tidak memerlukan semua fitur, mengingat banyak fitur dari versi asli dihilangkan.
Jumlah Pemain yang Tetap Tumbuh Meski Rating Negatif
Meski belum menyentuh titik puncak, perubahan dinamika dalam ulasan game ini menunjukkan bahwa kepuasan para pemain tidak selalu bersamaan dengan harapan. Dengan jumlah pemain yang terus bertambah dan predikat awal yang segera berubah menjadi positif, Ubisoft harus merespons cepat untuk menghadapi kritik.
Pembaruan game ini juga menarik perhatian para penggemar, dengan banyak forum game menyebutkan bahwa perbaikan teknis dan kebijakan harga DLC menjadi prioritas utama. Dengan demikian, versi resynced Assassin’s Creed Black Flag Resynced mungkin menjadi pilihan yang lebih baik untuk para pemain yang ingin mengalami pengalaman game dengan kualitas terbaik sekaligus tanpa perlu mengeluarkan biaya tinggi.
Artikel Terkait
Trik Optimalkan Pull Fokus Sistem Pity Blue Archive
28 Juli 2026
FF7 Ungkap Sistem Job Baru untuk Semua Karakter
28 Juli 2026
NVIDIA Naikkan Harga GPU Lagi, Ini Jadi Ketiga Kalinya!
28 Juli 2026
Capcom Bertujuan Rilis Resident Evil Baru Setiap Tahun
28 Juli 2026
Far Cry Baru Masuk Pengembangan di Ubisoft
28 Juli 2026
Assassin’s Creed serial bocor, klip 27 detik set Netflix
28 Juli 2026
Build Knight Ragnarok: Ksatria Gigih di Garis Depan
28 Juli 2026
PS2 VTuber Konsole Kuno Jadi Studio Streamer
28 Juli 2026
Memuat komentar...