BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah Prancis memperkuat peran pemerintah dalam mengelola sejumlah studio game terkemuka, di tengah upaya menyelesaikan konflik antara perusahaan teknologi dan karyawan yang merasa tidak mendapat keuntungan dari kerja samanya. Dalam pengumuman resmi, CEO Xbox Asha Sharma menyampaikan bahwa perusahaan akan mengakhiri kerjasama dengan Arkane Studios, tim kreatif di balik sejumlah game populer seperti Halo dan Gears of War, yang menimbulkan tanda tanya tentang masa depan studio tersebut.
Selain itu, empat studio lain seperti Compulsion Games, Double Fine, Ninja Theory, dan Undead Labs dipastikan tidak lagi berada di bawah naungannya dan akan bergeser ke manajemen baru. Namun, nasib Arkane Studios terasa lebih rumit karena perusahaan sedang memulai proses konsultasi resmi dengan Works Council Prancis untuk mengevaluasi opsi strategis yang memungkinkan studio tetap bertahan setelah berpisah dari Xbox.
Dalam email internal yang diterima oleh karyawan, Sharma menyebutkan bahwa 3.200 karyawan akan mengalami PHK selama tahun fiskal 2027. Pemutusan hubungan kerja ini disampaikan sebagai bagian dari restructurisasi terbesar dalam sejarah Xbox, yang memperlihatkan perubahan signifikan dalam struktur organisasi perusahaan. Diperkirakan, proses ini akan menghambat pengembangan proyek seperti Marvel’s Blade, game yang sedang dikembangkan di Arkane Studios.
Kerja Saman Xbox juga menciptakan kekhawatiran terkait nasib karyawan dan potensi PHK di sisi lain. Pihak Arkane mengklaim bahwa tim mereka tetap mengejar proyek penting, meskipun perubahan struktur organisasi mungkin memengaruhi proses kerja yang sebelumnya bersifat fleksibel. Dalam wawancara dengan Gamebrott, Todd Howard dari Bethesda menyatakan apresiasi terhadap kinerja Arkane dalam mengembangkan game, menekankan bahwa tim tersebut telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dan berkontribusi signifikan bagi industri game.
Sementara itu, pemerintah Prancis memperkuat peran mereka sebagai mediator dalam proses restructurisasi ini. Dengan adanya Works Council, perusahaan diharapkan dapat mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak, terlepas dari kemungkinan PHK atau kelanjutan pengembangan Marvel’s Blade. Namun, belum ada kejelasan mengenai hasil pembahasan tersebut.
Dengan perubahan ini, Arkane Studios akan menjadi contoh kisah sukses dalam mempercepat perubahan struktur perusahaan dan menyeimbangkan kepentingan antara karyawan, pemerintah, dan perusahaan. Meski tantangan masih terasa, langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas industri game di masa depan.
Artikel Terkait
Satgas PHK Siap Mitigasi Risiko Pemutusan Hubungan Kerja
6 Juli 2026
Pemecatan Massal PT Granito Dihentikan dengan Solusi Transfer Pekerja
3 Juli 2026
Top 3: Ancaman PHK di Depan Mata
29 Juni 2026
Said Iqbal: Ancaman PHK di Depan Mata
28 Juni 2026
Said Iqbal: Ancaman PHK Masih di Depan Mata
28 Juni 2026
Harga Gas Industri Sudah Memakan Korban
26 Juni 2026
Tren terbaru: Penyebab Orang Miskin Meningkat
25 Juni 2026
BRIN Unveils Construction Policy Framework as Layoffs Continue
24 Juni 2026
Memuat komentar...