Piala Dunia 2026 Mendorong Kenaikan Transaksi Pasar Prediksi

BeritaLokal, Jakarta – Piala Dunia FIFA 2026 menjadi pendorong transaksi pasar prediksi yang memperkuat persaingan antarplatform. Dalam Juni, sejumlah platform mencatat rekor volume perdagangan dengan minat pengguna meningkat signifikan terhadap kontrak turnamen tersebut. Chief Executive Officer (CEO) Solidus Labs, Asaf Meir, mengatakan Piala Dunia menegaskan tantangan bagi industri pasar prediksi karena regulator dan lembaga keuangan tengah memantau kemampuan platform dalam menjaga persaingan adil di lingkungan dengan volume transaksi tinggi.

Dalam data Dune Analytics, Kalshi mencatat volume nosional melebihi US$ 31 miliar atau Rp 557,70 triliun pada Juni, naik lebih dari 70% dibandingkan bulan sebelumnya. Polymarket juga mengalami kenaikan signifikan dengan nilai transaksi harian mencapai US$ 1 miliar dan volume nosional di platform internasional menembus US$ 10,8 miliar. Rothera, platform hasil kerja sama Susquehanna International Group dan Robinhood, juga menguasai sekitar 7% pasar prediksi AS dengan nilai transaksi mencapai US$ 2 miliar.

Berdasarkan open interest yang meningkat, Kalshi menyentuh US$ 1 miliar, sementara Polymarket mendekati US$ 400 juta. Kontrak terbesar berkaitan dengan peluang Amerika Serikat menjadi juara, dengan nilai transaksi mencapai US$ 64 juta di Kalshi dan US$ 122 juta di Polymarket. Meskipun demikian, kedua platform hanya memperkirakan peluang Timnas AS menjadi juara sebesar 4,3% dan 3%.

Peningkatan minat terhadap Piala Dunia juga menumbuhkan momentum untuk menarik pengguna. Polymarket menyajikan hadiah hingga US$ 2 juta bagi prediksi sempurna fase gugur, sementara Kalshi menggunakan slogan “Trade the World Cup” di aplikasi seluler. Dengan demikian, Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang pertunjukan kekuatan pasar prediksi, tetapi juga menantang industri untuk menghadapi tekanan transaksi yang meningkat.

Artikel Terkait

0